banner 728x250
Daerah  

Malam Kreativitas Anak-anak Kenongo di MISIF EXPO

Malam Kreativitas Anak-anak Kenongo di MISIF EXPO

SIDOARJO — Lampu-lampu stan berpendar lembut di halaman MI Progresif Bumi Shalawat, Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Rabu (17/12/2025) malam. Di balik meja pameran sederhana, anak-anak berseragam madrasah tampak sibuk menjelaskan karya mereka dengan wajah berbinar. Ada yang menawarkan kue buatan sendiri, ada pula yang dengan percaya diri mempresentasikan percobaan sains sederhana kepada para pengunjung.

Malam itu, MISIF EXPO bukan sekadar ajang pameran. Ia menjelma menjadi panggung kecil tempat anak-anak belajar mengenal diri, keberanian, dan mimpi mereka.

Seorang siswa kelas atas dengan suara bergetar namun mantap menjelaskan cara kerja alat peraga yang dibuat dari barang bekas. Di sebelahnya, teman-temannya saling menyemangati. Tepuk tangan pengunjung sesekali pecah, bukan hanya karena hasil karya yang menarik, tetapi juga karena keberanian anak-anak tersebut untuk tampil dan berbicara di hadapan publik.

Di sudut lain, aroma jajanan buatan siswa menguar dari stan kewirausahaan. Dengan hitungan sederhana, mereka belajar menerima pembayaran, memberi kembalian, dan menyapa pembeli dengan senyum. “Terima kasih sudah mampir,” ucap seorang siswi kecil sambil merapikan dagangannya—kalimat singkat yang mencerminkan latihan etika dan kemandirian.

Panggung kreativitas menjadi denyut utama malam itu. Alunan musik, lantunan banjari, tarian, hingga pembacaan puisi bergantian mengisi suasana. Orang tua tampak merekam momen dengan gawai mereka, sementara beberapa warga desa memilih duduk menikmati pertunjukan hingga usai.

Kepala MI Progresif Bumi Shalawat menuturkan, MISIF EXPO dirancang sebagai ruang belajar yang membumi. “Kami ingin anak-anak merasakan bahwa belajar tidak selalu harus di dalam kelas. Di sini, mereka belajar percaya diri, bekerja sama, dan menghargai proses,” ujarnya.

Bagi para wali murid, malam itu menjadi cermin perkembangan anak-anak mereka. Banyak yang mengaku terharu melihat putra-putrinya mampu berdiri mandiri, berbicara dengan lancar, dan bertanggung jawab atas apa yang mereka tampilkan.

Ketika malam kian larut, MISIF EXPO ditutup dengan penampilan bersama yang mengundang tepuk tangan panjang. Lampu stan perlahan dipadamkan, tetapi semangat yang tumbuh di antara anak-anak Kenongo malam itu masih terasa hangat—menjadi bekal kecil bagi langkah besar mereka di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *