Jakarta — PT Indonesia Jaya Group kembali membuat langkah strategis besar di tengah turbulensi dunia media digital. Melalui manajemen Media Group Indonesia, korporasi ini resmi menambah 30 portal berita online baru, melipatgandakan kekuatan medianya menjadi 60 portal aktif di seluruh Indonesia.
Langkah ini bukan sekadar ekspansi bisnis. Ini adalah bentuk konsolidasi kekuatan media nasional untuk menghadirkan informasi yang berimbang, berkualitas, dan berbasis etika jurnalistik di tengah derasnya arus disinformasi dan pemberitaan sepihak.
Direktur PT Indonesia Jaya Group, Dodik Harianto, S.H, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui kajian matang dengan visi besar: membangun jaringan informasi nasional yang kuat, berkarakter, dan profesional.
“Kami tidak bermain di permukaan. 60 portal ini bukan proyek kuantitas, tapi proyek kualitas. Setiap media akan kami bekali sistem kerja profesional, redaksi berstandar tinggi, dan jurnalis yang berkompeten. Kami ingin mengembalikan kepercayaan publik pada media,” ujar Dodik Harianto di Jakarta, Jumat (31/10/2025).
Sebagai bagian dari transformasi itu, Indonesia Jaya Group juga sedang menyiapkan pembentukan Asosiasi Wartawan Indonesia (AWI) — wadah resmi bagi seluruh awak media di bawah naungan grup.
Tujuannya jelas: membangun standar tunggal kompetensi dan sertifikasi profesi di bidang jurnalistik, agar setiap jurnalis yang bekerja di jaringan ini memiliki legalitas, integritas, dan tanggung jawab etik.
Pimpinan Redaksi Media Group Indonesia, Hendra Setiawan, S.H, menegaskan bahwa organisasi tersebut akan menjadi tulang punggung pembinaan SDM jurnalistik.
“Sudah saatnya wartawan tidak hanya menulis, tapi paham hukum, kode etik, dan prinsip kerja jurnalistik profesional. Kami akan membentuk wartawan yang tangguh secara hukum dan berdaulat secara moral,” tegas Hendra.
Di tengah persaingan ketat dan krisis kredibilitas media daring, langkah Indonesia Jaya Group ini dipandang sebagai gerakan perbaikan ekosistem pers nasional.
Dengan 60 portal aktif yang terstruktur — dari berita nasional, daerah, hukum, ekonomi, hingga gaya hidup — Indonesia Jaya Group kini berdiri sebagai poros baru kekuatan informasi digital Indonesia.
Pengamat media menilai ekspansi ini sebagai sinyal kuat bahwa era media tunggal telah berakhir. Kini, kekuatan informasi akan bergantung pada jaringan, integritas, dan kecepatan penyebaran data yang tervalidasi.
“Kami tidak ingin hanya menjadi media besar, tapi media yang benar. Kami ingin setiap berita yang lahir dari jaringan kami punya bobot, punya nilai, dan bisa dipertanggungjawabkan,” tutup Dodik Harianto dengan tegas.
Dengan langkah besar ini, PT Indonesia Jaya Group bukan sekadar mengukuhkan posisinya di peta media nasional, tapi juga menegaskan visinya:
Menjadi penjaga kebenaran dan penggerak profesionalisme jurnalistik Indonesia.






